<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>nadiasi.wordpress.com</title>
	<atom:link href="http://nadiasi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nadiasi.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jan 2009 15:34:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nadiasi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>nadiasi.wordpress.com</title>
		<link>http://nadiasi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nadiasi.wordpress.com/osd.xml" title="nadiasi.wordpress.com" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nadiasi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Game Online sebuah Fenomena Budaya Pergaulan</title>
		<link>http://nadiasi.wordpress.com/2009/01/25/game-online-sebuah-fenomena-budaya-pergaulan/</link>
		<comments>http://nadiasi.wordpress.com/2009/01/25/game-online-sebuah-fenomena-budaya-pergaulan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 15:33:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadiasi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiasi.wordpress.com/2009/01/25/game-online-sebuah-fenomena-budaya-pergaulan/</guid>
		<description><![CDATA[oleh. Rama A. Kertamukti, S.Sos, M.Sn Perkembangan media elektronik lama seperti radio, telepon, dan telegraf, berlangsung dalam suatu periode 100 tahun. Jangka waktu itu cukup singkat bila dibandingkan dengan panjangnya riwayat manusia dari abad ke abad. Pada masa kehidupan (lifetime) kita sekarang ini, terjadi pertumbuhan paling besar dari teknologi komunikasi yang masih terus berlangsung. Periode [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadiasi.wordpress.com&amp;blog=6312108&amp;post=6&amp;subd=nadiasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh. Rama A. Kertamukti, S.Sos, M.Sn</p>
<p>Perkembangan media elektronik lama seperti radio, telepon, dan telegraf, berlangsung dalam suatu periode 100 tahun. Jangka waktu itu cukup singkat bila dibandingkan dengan panjangnya riwayat manusia dari abad ke abad. <span id="more-6"></span>Pada masa kehidupan (lifetime) kita sekarang ini, terjadi pertumbuhan paling besar dari teknologi komunikasi yang masih terus berlangsung. Periode sekarang ini amatlah kontras dengan apa yang terjadi dahulu, yaitu hampir 180 masa kehidupan (lifetime) yang memisahkan antara penemuan tulisan dengan invensi percetakan (Zulkarimen, 1989 : 28). Dapat pula dicatat bagaimana periode perubahan sosial berkorelasi dengan perubahan dalam teknologi komunikasi. Sebagai contoh, tumbuhnya peradaban manusia sendiri berkaitan dengan evolusi bahasa. Penegakan peradaban besar mengenai antiquity adalah paralel dengan perkembangan tulisan. Sedangkan perkembangan per¬cetakan berlangsung simultan dengan renaiscance. Pemanfaatan energi dalam revolusi industri berkorelasi dengan per¬cetakan kecepatan tinggi dan kertas murah, dua hal yang memungkinkan terwujudnya suratkabar. Telegraf, telepon, phonograf, fotografi, radio dan TV menandai dimulainya era teknologis di dunia Barat.  Melalui riset dan pengembangan industri yang berdasarkan sains pada era kontemporer, telah memberi kita komputer, transistor, laser, serat optik, cassette, dan disc. Bila kita kaji kemajuan komunikasi yang tersedia pada peradaban lama nampak adanya hubungan antara batas sistem komunikasi mereka dengan tatanan sosial yang ada saat itu. Masyarakat yang terbentuk dan dipertahankan secara oral tanpa kemampuan menggunakan kata-kata tertulis adalah begitu terbatasnya dalam ruang dan waktu. Bila effek kemampuan yang ter-baias itu dikaitkan dengan situasi pada masa pra-Sumaria ataupundengan mengamati langsung beberapa suku yang saat ini hidup masih dalam kondisi Zaman Batu, jelas bahwa masyarakat oral memang mempunyai karakteristik yang distinktif. Dalam keadaan seperti itu, maka jumlah individu yang ikut dalam segala bentuk komunikasi yang simultan adalah terbatas sejauh jangkauan suara manusia. Karena sifat ephemeralnya, maka apa yang diucapkan secara oral adalah terbatas pada waktu, dan kecuali itu tergantung pada distorsi memori dan repetisi dari satu individu ke individu lainnya. Ritual menjadi penting bagi masyarakat primitif yang preliterate sebagai sarana untuk melestarikan tradisi yang bertentuk ucapan (spoken tradi¬tion). Sulit untuk terjadinya akumulasi pengetahuan dalam suatu masyarakat oral karena terbatas pada kapasitas fikiran manusia untuk menyimpan dan mengingatnya kembali. Candi, icon, pottery, dan crude utensils tidak pelak lagi merupakan kontemplasi dari komunikasi oral pada masyarakat kuno. Sedangkan game online yang mewabah pada dekade ini ada berawal dari era awal elektronika dan telegrafi telah membebaskan komunikasi dari batas kecepatan transportasi, suatu batas yang diletakkan selama kurang lebih 36 ribu tahun. Seterusnya, tumbuhnya telefon, film, dan radio, memungkinkan kita untuk rnemintas kata-kata tertulis dan memperluas rasa dan kemampuan komunikasi kita secara langsung. Bicara dan imej kini dapat merentangkan jarak, dapat disimpan dalam waktu, dan dapat dipergan-dakan hampir tanpa batas. Televisi telah menambahi kapasitas perluasan ini dengan hebatnya. Sekali pun sebuah telegram adalah sebuah telegram bagi kita, dan suratkabar hanya memberikan kilasan mengenai apa yang terjadi, tapi suatu media seperti teievisi memberikan pengalaman yang bagi sejumlah penggunanya hampir sukar dibedakan dengan kehidupan nyata. Jika percetakan dapat dikatakan telah menanamkan akar bagi pembentukan masyarakat massa, teknologi elektronika memekarkannya hingga penuh. Masyarakat kini dapat berkembang sejauh mungkin sampai batas jaringan komunikasi dalam hal jarak dan waktu. Bila sepanjang sejarah manusia arus komunikasi yang menjaga berfungsinya masyarakat bergerak pada kecepatan manusia atau hewan, kini teknologi elektronik memacu arus tersebut menuju kecepatan cahaya. (Charyk, 1984). Masyarakat massa, menurut perkiraan bukan saja potensial untuk menjadi tidak berjarak (distanceless) dan simultan, tapi untuik pertama kali dalam eksistensi manusia bahwa manipulasi terhadap penge tahuan dan informasi tidak lagi perlu dilaksanakan oleh tenaga manual. Seperti manusia abad-19 memanfaatkan enerji untuk menggandakan kata-kata tercetak, kini kita memanfaatkannya untuk mengumpulkan, memanipulasi dan menerjemahkan informasi. Kemajuan dalam menurunkan biaya, dan meningkatkan jarak tempul kecepatan, keandalan, dan volume komunikasi semakin benainbah denga ditemukannya medium komunikasi yang menggunakan elektronik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nadiasi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nadiasi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nadiasi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nadiasi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nadiasi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nadiasi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nadiasi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nadiasi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nadiasi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nadiasi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nadiasi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nadiasi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nadiasi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nadiasi.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nadiasi.wordpress.com&amp;blog=6312108&amp;post=6&amp;subd=nadiasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nadiasi.wordpress.com/2009/01/25/game-online-sebuah-fenomena-budaya-pergaulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8465f435f9c0e79eebc24b0e70eba587?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nadiasi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
